Jumat, 07 Maret 2014

Identifikasi Resiko Kegagalan Penggunaan Crane di Pelabuhan Rakyat



Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai Wilayah Kerja Pelabuhan Bagan Siapiapi. Pelabuhan merupakan tempat kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, dan/ atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal. Dalam prosesnya, pelabuhan harus dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan, baik dalam pelayaran maupun kegiatan penunjang seperti bongkar muat barang.  Dalam aktifitasnya, pelabuhan melakukan bongkar muat barang dari tempat satu ke tempat yang lainnya atau ke tempat yang lebih tinggi, dimana biasanya memerlukan alat bantu seperti crane untuk melakukan proses pemindahan itu.


Crane adalah alat pengangkut dan pemindah material yang bekerja dengan prinsip tali. Penggunaan alat seperti crane dapat mengurangi beban kerja buruh angkut pelabuhan yang meminimalisir resiko penyakit akibat kerja maupun kecelakaan kerja. Proses pengangkatan dengan crane juga mempunyai resiko yang besar untuk terjadinya kegagalan yang mengakibatkan kerusakan property, kecelakaan kerja maupun pencemaran lingkungan. Namun resiko itu dapat dikendalikan dengan membuat perencanaan yang baik sepert pemilihan jenis crane, Safety Weight Loading, dokumen kelayakan crane dan memperhatikan kondisi alam seperti cuaca dan adanya bencana alam.

Berikut ini akan dijelaskan safety device crane yang perlu diperhatikan untuk mencegah kegagalan dalam penggunaan crane :


  1. 1.    Boom limit switch : pengaman pada crane untuk mencegah berlebihnya derajat angkat sehingga beam dari crane tersebut menabrak ke body utama dari crane dan dapat berakibat hilangnya ke stabilan saat proses lifting dan beban dapat jatuh atau menabrak pada beam crane itu sendiri (terdiri dari penunjuk derajat / pointer dan angle plate).
    2.   Hook Latch :pengaman pada hook crane yang berguna untuk mengunci beban yang dikaitkan pada hook agar tidak terlepas dari hook itu sendiri.
    3.   Kekuatan tanah pijakan Crane (Lembut / berair, berlumpur atau tanah keras SWL (Safety Weight Load) dari Lifting Tackles Tempat yang akan dijadikan lay down atau tempat penurunan peralatan yang akan di pasang atau di pindahakan telah dalam kondisi aman dan sesuai dengan peralatan tersebut.
    4.   Sling merupakan alat bantu dalam pekerjaan lifting, terbuat dari material seperti rantai, kawat, baja atau bahan sistetis, yang diikatkan dan dieratkan pada benda atau beban yang akan diangkat dan dikaitkan pada hook crane pada saat proses lifting.

    Adapun Hal – hal yang dapat menyebabkan gagalnya proses pengangkatan yaitu:
    1.      Buruknya kondisi mesin / crane.
    2.      Konfigurasi mesin tidak sesuai dengan spesifikasi.
    3.      Penggunaan / pemasangan outriggers yang tidak tepat.
    4.      Lantai / tanah pijakan yang lembut / berlumpur.
    5.      Crane tidak sesuai dengan beban yang akan nya) tidak sesuai dengan beban yang akan diangkat (dari segi SWL, jenis dan kapasitas angkat.
    6.      Pengangkutan dari sisi samping.
    7.      Pengayunan berulang – ulang.
    8.      Dampak dari naik – turunnya akselerasi saat pengangkatan dalam waktu yang singkat dan cepat.
    9.      Tinggi nya kecepatan angin
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar