Minggu, 25 September 2016

Label Rezeki itu Tidak Tertukar dan Sudah Ditentukan

“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Ia akan mengadakan baginya jalan keluar (dari kesulitan) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga.” (QS.65: 2-3)


Sometimes Allah breaks your spirit to save your souls.Sometimes, Allah breaks our heart to make us whole.Sometimes, Allah allows pain so we can be stronger.Sometimes, Allah sends us failure so we can be humble.Sometimes, Allah allows illness so we can take care of ourselves better.Sometimes, Allah takes everything away from us so we can learn the value of everything Allah gave us until now.Make plans but understand that Allah plans better, because Allah is the best planner of all

Apakah doamu sudah terjawab ?

Kenapa Allah tunda mimpi itu ?

Mimpi yang berganti, kenapa terjadi ?

Allah ternyata punya rencana yang lebih indah dibanding yang saya inginkan. Allah menuntun, ia tahu kapan harus menjawab doa hamba Nya. Manusia boleh berharap, berdoa seikhlas asa, tapi Allah jualah yang mengatur jalannya.

Ini ngomongin apa an sih ? sebenarnya ini hanyalah sedikit catatan refleksi, mengurai jejak kehidupan yang sudah tentu ada pengaturnya, sesuai alur iradat (Kehendak)-Nya.

Well, saya ingin berbagi mengenai proses sekolah saya, Tugas Belajar 2016 yang tidak mulus dan tidak sulit juga tentunya saat saya tahu rencana Nya. 2015, saat saya sudah realistis dengan situasi yang ada. Bagaimana tidak, kesempatan terbaik untuk sekolah saat itu harus hilang dan buyar seketika saat saya coba mulai mengetik angka-angka di portal harapan itu. “masa kerja kurang tujuh hari” begitu notifikasi yang muncul, dahi menggercut, saat sistem bekerja tanpa kompromi.

Lima jam dari ibukota provinsi, saat di Kota Industri ini tidak tersedia Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang sesuai dengan keilmuan saya, langkah saya untuk sekolah lagi semakin lemah karena sudah mutlak tidak sesuai dengan aturan yang ada. Ditambah dengan kebijakan batasan umur 25 tahun dari Kemenpan RB otomatis mimpi itu buyar.

Mencoba mengingat beberapa bulan setelah mengabdi untuk Negeri ini, juga harus ikhlas saat lanjutan pendidikan saya harus dibatalkan dan tidak ada kemungkinan untuk dilanjutkan. “Prioritaskan Pekerjaan”, begitu ungkapan singkat atasan saya saat itu. Btw, sebelumnya saya sudah kuliah delapan bulan sebelum bergabung di Kementerian Kesehatan. Saat itu saya mengambil konsentrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di salah satu PTS yang ada di Medan. Melihat kenyataan yang ada, mari menutup mimpi itu secara perlahan. Keep Fighting Till The VERY END! And Leave The Rest To Allah, The Almighty One…

Mutasi Agustus 2015
Dan akhirnya saya menerima selembar kertas itu, 18 bulan sudah saya di wilayah kerja ini dan saatnya untuk pindah ke kota lain. Mutasi kali ini mengejutkan tentunya, bekerja di dukungan manajemen, duduk sepanjang hari mengeleola kepagawaian dan aset lancar membuat basic kelimuan terabaikan. Mari menikmati proses yang ada, belajar lagi dan belajar lagi. Alhamdulillah, dalam pekerjaan, dibimbing oleh kakak-kakak yang ada, mau berbagi ilmunya dan diruangan ini saya menjadi bungsu dan satu satunya pria single -_-
Sebelum Mutasi Agustus 2015

Awal tahun 2016, mimpi itu menggoda lagi. Saya sangat sadar saat itu, melihat teman-teman yang ingin sekolah lagi dengan masa kerja yang jauh lebih lama. “maksimal dua puluh lima tahun untuk pendidikan Sarjana”, kebijakan itu muncul lagi dan jelas ini kesempatan terakhir saya. Melihat teman yang lain sudah tidak memenuhi persyaratan, saya mencoba meraih mimpi itu lagi dan Allahamdulillah pimpinan menyetujui dan mempersilahkan saya untuk melengkapi berkas persyaratan.
Bekasi Juli, 2016. Tugas terakhir sebelum kuliah


Eksekusi Mimpi Agustus 2016

Tentu ini masih awal perjuangan mimpi, ratusan ribu pendaftar dari seluruh Indonesia dengan tiga tahapan seleksi, bukan hal yang mudah, meraba kesempatan, bertarung dengan pesimistis dengan doa dan usaha terbaik kini mimpi itu sudah menjadi nyata. Allah jawab doa itu dengan cepat, jauh lebih baik dengan pengharapan yang ada. Sudah sebulan lebih tinggal di kota ini dengan rasa syukur yang berlimpah. Membangun kembali semangat dengan optimis dan mulai mempersiapkan mimpi lainnya.
Agusus 2016, PMB -PK Universitas Diponegoro
Banyak hikmah yang saya peroleh dari rencana Allah. Janganlah mengira bahwa ujian tiada menyertai sebuah kesuksesan. Karena ada kalanya kembali kita diuji dengan tantangan-tantangan yang sepertinya tak lelah berdatangan. Hingga terkadang ia menuai air mata di tengah lelah raga dan penat jiwa. Saat asa terjatuh karena sempitnya peluang yang ada. Di situlah seharusnya kita semakin menyelami makna seorang hamba. Janganlah bersedih, karena pada saat itulah Allah tengah mengajarkan betapa kecil kita di atas segala kebesaran-Nya. Allah tengah menyertai setiap derai air mata kita, mendengar pinta dan tersenyum penuh rahmat jika kita berprasangka baik atas segala ketetapan-Nya. Karena sekali lagi, Allah lah sebaik-baik perencana dibandingkan segala keinginan makhluk-Nya…

Tahukah hikmah lainnya? Allah menunda setahun mimpi saya agar saya mengenal dan bekerja dengan orang-orang baik lainnya. Mempelajari ilmu baru yang sudah pasti jauh dai zona nyaman saya. Belajar bekerja dalam tekanan dan belajar menyikapi ketidak puasan orang lain. Allah tunda agar saya kempamua financial saya cukup dulu, dan saat kuliah seperti ini dimana hak yang kita terima hanya gaji, saya harus mampu survive dalam prosesnya. Allah tunda juga jodoh saya, mungkin agar saya fokus untuk sekolah dulu  dan berharap sang khaliq sedang mempersiapkan diwaktu yang tepat.

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan mba Dewi Dur Aisyah yang saat ini sedang menyelesaikan program Doktornya di University College London. Beberapa kutipan dan tulisan saya kutip dari tulisan beliau yang sangat menginspirasi dan emosional. Perjuangan beliau begitu menginspirasi dan kuat tanpa mengenal batas, dan saya belajar sudah selayaknya perjuangan seperti itu.

Semarang, 26 september 2016 Pukul 06.00 WIB Semoga berkah dan didho Allah di umur yang baru

Wageningen, 26 September (Allah yang akan menjawabnya)

Minggu, 26 April 2015

Belajar Sanitasi hingga ke Negeri Belanda

Holland Writing Competition 2015
Penulis : Khairil Ardhi
Tema : Air

“Tuntutlah ilmu hingga ke negeri china”, begitu pepatah yang sering kita dengar. Namun hal itu tidak untuk ilmu sanitasi. Untuk sanitasi belanda memang juaranya. Betapa tidak, banyak teknologi sanitasi  mereka telah mendunia sehingga tidak heran jika negeri Van Oranje ini menjadi kiblat banyak insinyur lingkungan. Berbagai inovasi teknologi terus mereka kembangkan mulai wadden marker, room of the river, new delta plan hingga yang terbaru hidrochip.


Bukti nyata teknologi sanitasi Belanda dapat kita lihat dari masa ke masa. Pada masa penjajahan, kita bisa melihat bagaimana Simon Stevin kala itu merancang Batavia dengan teknologi kanal yang pada masanya dijuluki sebagai kota surga abadi. Lalu lihat pula begitu banyak irigasi, perusahaan air minum dan saluran pembuangan air limbah yang dibangun di kota-kotaIndonesia pada masa penjajahannya. Eksistensi negara kincir angim tidak berhenti sampai disitu, kini dimasa Indonesia telah jaya, kita dapat melihat berbagai kerja sama bilateral di bidang air, diantaranya adalah bagaimana LSM Belanda SIMAVI menjalankan program Sanitasi Total Berbasis Masyarkat (Community Led Total Sanitation) yang bekerja sama dengan LSM Indonesia telah memberikan akses sanitasi kepada 500.000 orang untuk mendukung pencapaian MDGs (Mileinium Development Goals) di Indonesia.
Gambar 1. Delta Works Flood Protection in Netherlands
Sebagai seorang sanitarian saya sangat mengagumi belanda, negeri bunga tulip ini begitu lihai merencanakan dan membangun fasilitas sanitasi dinegaranya. Kekaguman ini bermula semenjak duduk dibangku kuliah ketika melihat dosen yang berencana mengambil gelar Doktornya disalah satu universitas Belanda. Beliau dengan semangat menggebu bercerita sambil memotivasi dan  meyakinkan kami bahwa memang benar Belanda adalah negara dengan sanitasi terbaik di dunia.

Sanitasi tidak hanya tentang air namun ada lingkungan udara dan tanah yang tidak terpisahkan dari siklusnya. Namun Belanda sangat memahami bahwa air merupakan elemen terpenting dari sanitasi. Air sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosial ekonomi masyarakat. Air juga kebutuhan vital bagi manusia diantaranya sebagai air minum dan keperluan rumah tangga. Pengelolaan air juga tidak kalah pentingnya, air yang tidak di kelola dengan baik dapat menjadi sumber bencana seperti banjir dan air limbah yang menjadi sumber penyakit. Namun pengelolaan air dengan baik dapat menjadi sumber energi untuk kehidupan.

Secara geografis, Belanda merupakan negara berpermukaan rendah. Belanda juga sering disebut Nederland yang berarti negeri-negeri berdataran rendah. Permukaan tanahnya sangat rata sehingga hampir separuh dari daratannya berada kurang dari satu meter diatas permukaan laut. Dengan kondisi geografis seperti ni, Belanda sadar bahwa mereka berada di daerah rawan bencana.

Dalam sejarahnya, Belanda mengalami banjir pertama kali pada tahun 838, banjir All Saints pada tahun 1170, kemudian banjir St. Elizabeth pada tahun 1404 dan tahun 1421, banjir St. Felix pada tahun 1530, banjir semua santa pada tahun 1570, banjir natal pada tahun 1717, banjir zuiredence pada tahun 1916 dan banjir laut utara yang terjadi pada tahun 1953. Banjir yang terjadi pada tahun 1404 masuk kedalam sepuluh besar banjir terbesar yang pernah terjadi di dunia yang menenggelamkan 72 desa dan menelan korban hingga 10.000 jiwa.

Setelah dilanda banjir, Belanda berupaya menanggulanginya dengan membentuk Water Board pada tahun 1255. Water Board  atau dalam bahasa belanda dikenal sebagai Watercschappen atau Hoogheemraadschappen adalah badan pemerintah yang  bertanggung jawab mengenai banjir, kuantitas air, kualitas air dan pengelolaan air limbah. Dalam operasionalnya, Water Board  juga mengelola stasiun pompa, instalasi pengolahan air limbah, jalur air dan bangunan penahan banjir. Kini Water Board dengan teknologi dan inovasinya telah mampu mengelola air dengan baik.

Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah di Belanda

Awal mula pembangunan sanitasi di belanda terjadi ketika sistem penyediaan air bersih pertama dibangun pada tahun 1850. Saat itu angka kematian akibat water born disease sangat tinggi, namun seiring dilakukannya pembangunan fasilitas ini angka penyakit menurun ketika warga mendapat pasokan air bersih dengan kualitas yang baik. Memompa air dan mengalirkannya melalui media penyaringan pasir halus dilakukan Belanda untuk meningkatkan kualitas air bersihnya.

Sumber air di Belanda umumnya adalah air tanah dan air permukaan yang sebagian besar digunakan masyarakat yang berada di utara Belanda. Air permukaan yang mengandung kadar garam tinggi diolah dengan teknologi Kreegrug dan Drainzbuffer. Air hujan yang mengalami infiltrasi akan mengalir ke sungai dan waduk sehingga suplai air tetap terjaga. Menurut asosiasi pekerja air Belanda, kebocoran air dalam proses distribusi di bawah 6%, jauh dibawah negara-negara lain. Dengan ozonisasi, kini 99,9% penduduk belanda telah memliki akses air minum yang bebas klorin.

Belanda mulai mengelola air limbahnya pada tahun 1900. Pertumbuhan penduduk serta pembangunan pesat di belanda membuat kuantitas limbah semakin bertambah. Belanda terus melakukan  Inovasi pada  teknologi pengolahan air limbah. Pada tahun 2000, hampir 99% dari seluruh rumah tangga dan industri Belanda terhubung ke  sistem pengolahan air imbah terpadu.

Gambar 2. Salah satu instalasi pengolahan air limbah terpadu yang dikelola oleh Waterboard Vallei & Veluwe
Untuk menekan biaya dan mengatasi keterbatasan lahan yang tersedia, Belanda menggunakan Nereda yang merupakan teknologi baru. Nereda adalah pengolahan air limbah secara biologis yang memanfaatkan biomassa granular yang membentuk butiran lumpur sehingga limbah terkonsentrasi dengan baik. Proses ini membuat  pengolahan lebih cepat dan menghemat energi lebih dari 20%.

Air sebagai Sumber Energi Terbarukan

Pembangunan berwawasan lingkungan merupakan kunci keberlanjutan di masa mendatang. Pengelolaan air bersih dan air limbah yang dilakukan secara terpadu selain menghasilkan  kualitas air yang baik  juga menghasilkan limbah yang berasal dari pengolahan seperti lumpur dan sampah. Limbah yang dihasilkan dapat diolah dengan teknologi tertentu menjadi sesuatu yang bermanfaat. Belanda dengan teknologinya menghasilkan energi dan bahan baku yang lebih ramah lingkungan dari limbah tersebut. Teknologi belanda ini banyak diadopsi negara lain yang juga berupaya melakukan pembangunan berkelanjutan.

Banyak teknologi Belanda yang telah terbukti menjadi sumber energi terbarukan. Diantaranya adalah biogas dari hasil pengolahan limbah secara biologis, pupuk lumpur  yang diolah dengan Phospat recovery hingga litrik yang dihasilkan dari putaran kincir angin. Dengan keberhasilannya, Belanda dijuluki negara dengan teknologi air terbaik. Kini eksistensi belanda mengelola air dapat ditemukan di banyak negara dengan berbagai program kerja sama pemerintah dan perusahaan Belanda yang bergerak di bidang air.

Referensi Tulisan
  1. Kedutaan Besar Kerjaan Belanda Jakarta Indonesia. Kerjasama pembangunan air [online], http://indonesia-in.nlembassy.org/organization/bagian-dalam-kedutaan/kerjasama pembangunan%5B2%5D/air.html. Diakses pada 24 April 2015
  2. Ministry of Infrastructure and the Environment, 2011. Water Management in the Netherlands [pdf], https://www.rijkswaterstaat.nl/en/images/Water%20Management%20in%20the%20Netherlands_tcm224-303503.pdf. Diakses pada 24 April 2015
  3. Ministry of Infrastructure and the Environment, 2014. Water Innovations in the Netherlands [pdf],  http://.org. Diakses pada 24 April 2015
  4. Van nereda RHDHV, 2015. Nareda, the Natural Way of Treating Wastewater [online], http://www.royalhaskoningdhv.com/en-gb/projects/nereda-the-natural-way-of-treating-wastewater/106. Diakses pada 24 April 2015

Referensi Gambar
  1. Delta Works Flood Protection in Netherlands, http://www.7wonders.org/europe/netherlands/rotterdam/delta-works/. Diakses pada 27 April 2015
  2. Salah satu instalasi pengolahan air limbah terpadu yang dikelola oleh Waterboard Vallei & Veluwe http://www.dutchwatersector.com/news-events/news/7159-waterboard-vallei-veluwe-starts-construction-energy-and-nutrient-facility-at-wwtp-amersfoort-the-netherlands.html. Diakses pada 27 April 2015

Senin, 20 April 2015

Eksekusi Flash Packer

Ya, ya, ya, minggu pagi ini mau refresh memori perjalanan ke Kuala Lumpur dan Melaka awal bulan lalu,
niatnya sih mau posting di blog, mogi-mogi bermanfaat buat teman yang masih berpikir keras untuk perjalanan pertamanya ke luar negeri dan sesegara mungkin eksekusi trip nya. Gile, gue kemana aje baru sekarang sempat nulis setelah 3 minggu ngetrip -_-. Haha

Emang benar, ini pengalaman pertama trip ke luar negeri (norak banget ya?) , bukan mau sombong atau berpikir traveling di  Indonesia tidak indah tapi trip ke luar negeri itu ada warna tersendiri, gunain bahasa yang beda, ngelihat perkembangan negara lain, budaya yang berbeda dan  makanannya, *-* perut lagi, perut lagi. Jauh hari saya inginya ini solo trip pertama saya ke luar negeri, udah ngebayangin gimana bebasnya, gimana nyamannya jalan sendiri di negeri orang, haha. Tapi Allah berencana lain, trip pertama ini saya  pergi bareng teman yang  baru saya kenal 2 minggu, ajib banget deh *-*. Awalnya sih saya menolak permintaan dia untuk ikut trip, cuma ngelihat dia yang pengen banget ikut,jadinya nyerah juga. Ok, kamu boleh ikut bro *_*. Tapi ada untungnya juga, kita bisa share cost selama trip, jadilah trip ini murah meriah, cetar dan “pecah” banget.haha

Perjalanan pertama ini udah saya rencakan jauh hari, sebenarnya rencana awal trip oktorber 2014. Oktober saya sudah persiapkan Tour Itenerary (TI) untuk perjalanan di KL dan melaka, tiket untuk transport dan hotel saya pesan on the show  , sudah belajar baca peta transportasi disana, finansial juga udah amannamun gagal karena jadwal pekerjaan saya yang tidak “normal”, stelah rencana  ini batal, saya udah pesimis bakal sulit untuk trip ke luar negeri, sampai kepikir mau buang ke tempat sampah TE yang udah dibuat, hahaha, parah banget.

Senin pagi awal bulan, kini ada kabar bahagia (bukan iklan kulit manggis lo - _-) ,  tiba-tiba dapat info kalau sedang ada promo untuk AA dan Traveloka.  Beneran lu ?? Asia dan Traveloka berbaik hati kasi promo cetar membahana untuk maret 2015, jadilah semangat trip bangkit lagi. Bayangin aja, sya kemarin dapat tiket pesawat PP Pekanbaru – Kuala lumpur hanya 220 ribu dan hotel bintang 3 hanya 230 ribu untuk dua malam menginap di Kuala lumpur *-*,  senangnya bukan main deh udah pesan dan bayar tiket jauh hari untuk trip ini. Hari H udah makin dekat,  udah semangat banget ni, persiapan TI, obat-obatan, uang dan kamera tentunya *-*. Tapi rencana emang gak berjalan mulus, gak semulus kulitnya BOBOHO, hahaha

Rencana trip maret juga batal dua hari menjelang hari H, teman yang mau gantiin saya kerja di kantor tiba-tiba ada acara  pada hari keberangkatan, padahal 2 minggu sebelumnya udah bilang -_-. Dua kali batal trip, tiket dan hotel udah yang udah dipesan hangus, gosong dan meleleh -_-. TI udah hapal mati deh, sampai-sampai nama staisun dan nomor bus udah ingat semua tanpa lihat TI -_- .

Setelah dua kali batal,  semangat trip juga belum padam (emang PLN sesukanya buat pemadaman, haha), awal bulan april ada tanggal merah dan harpitnas, hal pertama yang saya pastiin adalah, kerjaan bisa aman kalau ditinggal selama 3 hari untuk trip, dan itu gak jadi masalah. Hore,hore, guling-guling sambil merem -_- . 

Dua minggu sebelum keberangkatan di bulan april, saya berkenalan dengan teman baru, kita saling sharing informasi,  minum teh bareng, pokoke anaknya humoris banget deh, wajahnya yang hitam dan  seram macem petinju kelas berat  gak  sesuai dengan hati nya yang baik ^  - ^ .

Saya bercerita tentang rencana trip flashpacker perdana ke KL dan Melakadan dengan spontan dan ngebet banget untuk ikut trip bareng, well is well ada baiknya saya bawa teman, mengingat dua kali rencana solo trip gagal mungkin kali ini karena trip bareng teman rencananya gak batal lagi, lumayan juga saya bisa share cost untuk hotel dan trasnport ^-^. Hehe.

O,ya. Saya sampai lupa, waktu lagi nyusun TE , sayas sering bertanya dengan teman yang udah pernah trip, orangnya baik, gak bosan jawab pertanyaan saya meskipun kadang  what’s up nya dibalas besok harinya, namanya Nida Al Musyawaroh (wajahnya mirip mantan Presiden kita, Ibu Megawati Soekarno Putri), gadis mirip wajah buk  mega ini sering jadi tempat bertanya dan rekomen spot untuk tirp kesana, bahkan  sampai-sampai nanya mesjid tempat sholat jumat di genting, meskipun dia gak tau, dengan baik hati, rela nanya dengan suaminya yang udah pernah trip kesana.hahaha, Makasi ya ndro, semoga Allah balas kebaikan mu ^-^.
Sekian dulu deh, abang mau kerja dulu ya dek , besok atau lusa abang  sambung lagi ceritanya, hehehe 
Postingan selanjutnya saya bakal nulis tentang  spot yang wajib dikunjungi dan tips dan trik  (macem pesulap aja, haha)  untuk menkean biaya perjalanan selama ngetrip kesana.

Rabu, 10 Desember 2014

7 Kasus Malaria di Kelurahan Bagan Barat Hingga November 2014

Musim hujan telah memasuki tahap akhir, perkembangan nyamuk sangat tinggi pada saat ini. Diperlukan tindakan kewaspadaan untuk pencegahan penyakit yang bersumber dari nyamuk. Januari hingga september tidak terdapat kasus penyakit yang bersumber dari nyamuk di wilayah bagan barat namun pada oktober dan november terdapat kasus baru malaria.

Telah  terjadi dua kasus malaria di Kelurahan Bagan Barat, kecamatan Bangko. Berdasarkan laporan dari Puskesmas pembantu Bagan Barat, 4 kasus terjadi di jalan Nelayan dan 3 kasus terjadi di jalan pulau baru. Area kasus ini berjarak 100 meter dari wilayah pelabuhan Bagan Siapiapi.

Untuk mencegah meluasnya penyebaran kasus malaria, Kantor Kesehatan Pelabuhan Dumai  wilayah kerja pelabuhan Bagan Siapiapi beserta kader juru pengamat jentik dan petugas Puskesmas Bagan barat melaukan survey dan abatesisasi pada wilayah yang terkena kasus. Rencana aksi cepat untuk penyebaran malaria akan dilakukan oleh Puskesmas Bagan Siapiapi.

Overview Port Health Office of Dumai as vector controller

Port Health Office (PHO Dumai) attempts to keep the incidence of vector born disease is low in the buffer and the perimeter area of Dumai Port. PHO Dumai continuing work based on data and evidence found in a sustainable manner to achieve the goal of preventing disease transmission as vectors.



What is a Vectors?

Vectors are insects and other arthropods that can play a role in disease transmission. Five main vector in Dumai port and the disease are:

1.Mosquitoes can transmit dengue fever and dengue, chikungunya, malaria, Japanese encephalitis and filariasis.
2.Fleas can transmit disease Pes.
3.Rodent Infectious Rodent Rat Bite Fever, leptospirosis and murine typhus.
4.Cockroaches can transmit cholera and penyakir due to food.
5.Flies can transmit the disease cholera, typhoid and paratyphoid, salmonellosis, dysentery.

PHO Dumai observed population activity vectors and vector cases of illness due to an ongoing basis. This gives a good understanding of the PHO more about the pattern of disease transmission and places that allow into place so that the development of vector control measures is easier to do.

PHO Dumai perform vector control not only the buffer area and the perimeter but also perform checks on conveyances and goods memunginkan be a live vector.

Senin, 08 Desember 2014

Tips Kesehatan Dalam Melakukan Perjalanan

Akhir tahun, waktu liburan sudah dekat; Tentu banyak teman yang akan melaukan perjalanan. Sebelum melakukan perjalanan, persiapkan diri anda untuk tetap sehat sebelum dan sesudah perjlanan. Untuk selengkapnya, silahkan baca artikel dibawah ini.

Di era globalisasi, perjalanan antar daerah bahkan negara dapat ditempuh dengan waktu singkat. Tidak mengherankan, Traveller sekarang tidak hanya untuk berwisata, bisnis, ibadah, study dan lain sebagainya. Sebelum melakukan perjalanan, tentu kesehatan kita harus prima bahkan setelah melakukan perjalanan kita harus tetap dalam kondisi sehat tanpa penyakit apapun.



Penyakit dapat datang kapanpun dan dimana saja, termasuk ketika kita sedang dalam perjalanan. Baik perjalanan didalam negeri ataupun luar negeri, semua mempunyai risiko untuk mengalami gangguan kesehatan. Untuk penyakit menular, risiko lebih besar mungkin terjadi jika kita mengunjungi daerah wabah atau endemis kasus penyakit tertentu. Misalnya Malaria didaerah Timur Indonesia, Mers-Cov dan meningitis di timur tengah merupakan penyakit yang sedang menyebar disana atau Ebola yang sedang mewabah di Afrika.

Lalu lintas orang, barang dan alat angkut antar daerah bahkan negara yang dapat dilakukan dalam waktu singkat. Hal tersebut meningkatkan resiko terjadinya gangguan kesehatan, tanpa disadari orang-orang dari daerah tertentu, barang-barang, bahkan alata angkut menjadi ancaman yang berbahaya bagi kesehatan.
Kesehatan teramat penting dari pada hanya sekedar berwisata atau bisnis yang dapat dilakukan kapanpun. Kesehatan anda bukan sebuah keberuntungan, jangan pertaruhkan kesehatan karena “nasib” yang mujur, apalagi berspekulasi. Jangan salahkan siapapun ketika pulang liburan membawa penyakit untuk keluarga atau lingkungan anda.

Tentu berbagai gangguan kesehatan yang mengancam bukan menjadi kendala bagi anda yang ingin melakukan perjalanan. Berbagai risiko tersebut dapat dicegah jika anda lebih care  dan tidak berspekulasi dengan kemujuran anda dalam melakukan kesehatan.


Untuk itu dianjurkan bagi traveller mengetahui upaya pencegahan gangguan kesehatan sebelum melakukan perjalanan. Upaya tersebut apat dilakukan dengan :
  1. Personal Hygiene yang baikPersonal hygiene atau kebersihan pribadi merupakan tindakan untuk memelihara kebersihan sehingga kondisi fisik dan psikologis sseseorang dalam keadaan sehat. Kulit yang terawat, mandi dengan bersih, kebersihan mulut, perawatan mata, hidung dan telinga, perawatan rambut, perawatan kaki dan kuku merupakan bagian-bagian dari personal hygiene.
  2. Membawa persediaan obat-obatan“Sedia payung sebelum hujan”, begitu peribahasnaya. Persediaan obat-obatan sebelum melakukan  perjalanan sangat dianjurkan. Kita tidak tahu kapan kita  kan sakit, selain itu memiliki persedian obat-obatan tentu akan menghemat biaya kita dalam melakukan perjalanan jika suatu saat kita membutuhkan obat.
  3. Menginap di penginapan dengan sanitasi yang baik. Ketika melakukan perjalanan, memilih tempat yang murah dan mudah diakses merupkan hal yang penting. Tidak kalah penting juga anda memilih penginapan yang sanitasinya baik. Tentu anda tidak ingin tidur dikasur yang terlihat bersih namun terdaoat kutu disekitar kasur anda. Air yang tidak sehat, keberadaan seranggga, Air Circullation  yang tidak bersih juga menjadi sarang penyakit.
  4. Makanan yang sehat. Tidak semua orang selera dengan menu masakan yang ada didaerah yang kita tuju. Selain menu, kebesihan makanan juga menjadi hal yang harus diiingat ketika melakukan perjlanan. entu sangat menjengkelkan ketika anda harus sakit perut atau keracunan makanan ketika melakukan perjalanan. Makanan tidak matang, dibuat dari bahan yang tidak sehat, wadah makanan yang tidak saniter serta tempat dan tenaga pengolah makanan yang tidak sehat merupakan hal yang harus anda perhatikan ketika memutuskan untuk memesan makanan.
  5. Vaksinasi. Tidak melihat seberapa penting atau seberapa banyak mengeluarkan uang untuk memvaksinasi diri anda. Ketika mengunjungi daerah atau negara yang sedang terjadi wabah penyakit tertentu sudah sepantasnya kita untuk mencegah penyakit. Jangan pertaruhkan kesehatan dengan melawan bahaya yang terlihat  jelas dengan menganggap tindakan pencegahan merupakan hal yang tidak berguna.
  6. Sedia asuransi kesehatanSelain sakit, kecelakaan juga menjadi risiko bahaya ketika melakukan perjalanan. Tentu tidak terbayangkan ketika anda mengalami kecelakaan di negeri orang dan tidak memiliki uang yang cukup untuk biaya pengonatan. Kepemilikan asurani menjadi senjata ampuh untuk mencegah hal tersebut.
Tips diatas bukan menjadi penghambat untuk melakukan perjalanan. Sebelum melakukan perjalanan hendaknya kita mengetahui secara pasti situasi daerah yang akan kita tuju, baik kemanan ataupun situasi kesehatannya. Tentu saja perjalanan tidak akan berjalan dengan baik ketika harus sakit dan memtuskan untuk mengakhiri perjalanan secepat mungkin. Jangan pertaruhkan kesehatan anda dengan ketidak tahuan atau bahkan menyepelekan kesehatn anda. Untuk itu persiapkan diri anda sebaik mungkin dan Be Smart Traveller !

Selasa, 02 Desember 2014

Pelatihan P3K Bagi Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Dumai

Kecelakaan merupakan kejadian yang tidak dapat diperkirakan kapan dan dimana terjadinya, namun kecelakaan dapat di kendalikan dengan hirarki pengendalian bahaya, yaitu meminimalisir, mengganti sumber bahaya, administrasi dan pengggunaan alat pelindung diri. Kita sering kali berada dalam situasi dimana terjadi  korban kecelakaan, kemampuan kita sebagai penolong sangat menentukan nyawa serta seberapa parah akibat kecelakaa yang diterima korban.




Tempat kerja merupakan salah satu dari sumber kecelakaan yang sering terjadi. Berdasarkan Peraturan Mentri Tenaga Kerja & Transmigrasi RI No.PER15/MEN/VII/2008 tentang Perrtolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di tempat kerja pada Bab 2, pasal 3 ayat 1 & 2 sebagaimana ayat 1 yang berbunyi : “petugas P3K di tempat kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 harus memliki lisensi dan buku kegiatan P3K dari kepala instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenaga kerjaan” dan ayat 2 yang berbunyi “untuk mendapatkan lisensi sebagaimana dimaksud pad ayat 1 harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Bekerja pada tempat kerja yang bersangkutan
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Bersedia ditunjuk menjadi petugas P3K dan
  4. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dibidang P3K ditempat kerja yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai merupakan instansi pemerintah yang dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya beresiko mengalami kecelakaan. Selain itu, dalam fungsi pelayanan kesehatan yang ada, petugas kantor kesehatan pelabuhan sering dihadapkan dengan situasi-situasi kecelakaan seperti penanganan korban kapal tenggelam, korban patah tulang, korban keracunan dan jenis kecelakaan lainnya.


Dalam upaya mewujudkan pelayanan yang prima, kompetensi sumber daya manusia yang tersedia harus mempunyai kemampuan yang cukup, berpengalaman serta ‘update’ pengetahuannya yang berhubungan dengan penanganan kecelakaan tersebut. Untuk mendukung hal tersebut, Kantor Kesehatan Pelabuhan  Kelas III Dumai bekerja sama dengan PT. OSH Indonesia mengadakan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan.


Pada pelatihan ini, peserta dibekali materi peraturan perundangan yang berkaitan dengan P3K, dasar P3K, anatomi dan faal tubuh, bahaya dan penanganan terhadap sengatan panas, keracunan,papran bahan kimia dan kejang, gangguan lokal (luka, perdarahan, luka bakar, patah tulang) dan tindakan pertolongannya, gangguan kesadaran dan tindakan pertolongannya, gangguan pernafasan serta tindakan pertolongannya dan evakuasi korban. Selain materi, dalam pelatihan ini juga dilakukan praktek sesuai dengan situasi yang ditentukan dengan harapan peseerta lebih mampu melakukan pertolongan sesuai dengan yang diharapkan.



Setelah melakukan training ini, diharapkan petugas kantor kesehatakn pelabuhan kelas III Dumai akan memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam P3K serta mampu mengembangkan sistem penaganan P3K dalam pelaksanaan kerja nantinya.

Rabu, 26 November 2014

Basic Sea Survival Training Bagi Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Dumai

Kespel Dumai-Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai merupakan salah satu  instansi pemerintah yang dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya berhkaitan dengan laut dan udara. Pekerjaan tersebut dapat berupa pemeriksaan kapal dalam kekarantinaan serta pemeriksaan sanitasi kapal yang pekerjaanya dapat dilakukan di tengah laut pada saat kapal berlabuh atau dipinggir sungai ketika kapal bersandar.


Kecelakaan dapat terjadi kapan dan dimana saja tanpa terkecuali dapat terjadi di Laut. Laut yang bukan merupakan habitat manusia memliki karakteristik yang harus dipahami manusia. Berbagai resiko yang mungkin terjadi dilaut beupa Man Over Boat (orang jatuh kelaut), Platform collapse (anjungan runtuh), kebakaran, kapal tenggelam dan kecelakaan saat transfer pekerja dari jetty ke boat.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan serta meminimalir resiko yang terjadi pada petugas KKP, maka perlu peningkatan kemampuan petugas dalam situasi berbahaya tersebut, salah satunya  adalah Basic Sea Survival (kemampuan keselamatan dan bertahan di air). Basic Sea Survival(BSE)merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang ketika menghadapai situasi/kecelakaan di perairan sehingga pada kondisi tertentu seseorang harus berjuang dan bertahan.


Kemampuan yang dimiliki seseroang setelah melakukan pelatihan BSE adalah mampu mengenal dan menggunakan peralatan survival dan teknik survive, penggunaan liferaft dan teknik manajamen dalam liferaft, survival diperairan dingin dan iklim tropis, mampu melompat ke air dengan aman dari ketinggian, berenang dan menarik korban dengan life jacket dan memanjat liferaft dan cargonet.


Dalam upaya peningkatan kemampuan petugas dalam pelaksanaan tugas fungsinya, petugas KKP Dumai melaksanakan pelatihan BSE. Dalam kegiatan ini bertindak sebagai pelatih adalag PT.OSH Indonesia. kegiatan ini berlanagsung selama dua hari di gedung dan GOR pertamina Simprug. Selain pemaparan materi, demo dan praktek langsung situasi dilaut dilakukan lebih memberi kepercayaan diri dan kemampuan petugas dalam situasi yang sebenarnya.

Minggu, 21 September 2014

Sosialisasi Tata Naskah Dinas Dan Pisah Sambut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Dumai

KESPELDUMAI, - Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai telah melaksanakan Sosialisasi Tata Naskah Dinas di Hotel Grand Zuri, Dumai. dr.H.Muhammad Budi Hidayat selaku Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pekanbaru bertindak sebagai narasumber dalam acara ini. Dalam penyampaiannya, narasumber memberikan arahan kepada pegawai KKP Kelas III Dumai untuk dapat bekerja sesuai prosedur dan bekerja dengan Tata naskah dinas yang dibawahi oleh Sub Bagian Tata Usaha sehingga proses administrasi dapat berjalan dengan baik.

Pisah Sambut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai
Dalam kegiatan yang sama juga dilaksanakan pisah sambut  Kepala KKP Kelas III Dumai dari H.Efrizon, SKM yang menggantikan Kostan Sidauruk, S.Si yang kini menduduki jabatan baru sebagai Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Tembilahan. Turut hadir dalam acara ini adalah para Eselon IV beserta Staf dari KKP Kelas II Pekanbaru dan Kelas III Tembilahan.

Bapak Kostan Sidauruk, S.Si dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kerja sama dan bantuannya selama melaksanakan tugas di KKP Kelas III Dumai, pencapaian yang telah diraih hendaknya ditingkatkan sehingga Kantor Kesehatan Pelabuhan dapat lebih menunjukkan eksistensinya. Sementara Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Dumai yang baru, H.Efrizon, SKM mangatakan siap menjalankan tugas barunya dan meminta seluruh Pegawai dilingkungan KKP Kelas III Dumai dapat bekerja sama dengan baik nantinya. Diakhir sambutannya, H.Efrizon berkeinginan untuk menjadikan KKP Kelas III Dumai menjadi yang terbaik di daratan Riau nantinya.

Sebelum berkahirnya acara, dilakukan juga penyerahan cendramata dari seluruh Pegawai KKP Kelas III Dumai kepada Bapak Kostan Sidauruk, S.Si. penyerahan ini diwakili oleh Firman SKM, M.Kl.

Hari Perhubungan Nasional Kota Dumai Tahun 2014

KESPELDUMAI,- Pemerintah Kota Dumai memperingati Hari Perhubungan Nasional (HARHUBNAS) dipusatkan di halaman eks. kantor Walikota Dumai, Jala HR Soebrantas, Kecamatan Dumai Timur. Wakil Wali Kota Dumai, Agus Widayat bertindak sebagai pemimpin upacara. Dalam pidatonya, Wakil Walikota Dumai Agus Widayat mengajak segenap insan perhubungan agar dapat terus memantapkan komitmennya untuk bekerja lebih keras dan cerdas dalam melaksanakan program-programnya. Saat ini permasalahan yang dihadapi oleh sektor transportasi semakin kompleks. Aksesibilitas, keterjangkauan, transportasi massal, kelanjutan reformasi transportasi dan kepastian regulasi dalam penyelenggaraan transportasi menjadi isu yang harus segera diselesaikan, Rabu (17/9/14).
KKP Kelas III Dumai dalam Peringatan HARHUBNAS 2014
Tema dalam kegiatan tahun ini adalah melalui peringatan HARHUBNAS Kita Tingkatkan Pembangunan Sektor Transportasi Menuju Indonesia Yang Semakin Maju dan Sejahtera. Tahun 2014 ini, Pemerintah Kota Dumai kembali menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Menteri Perhubungan EE Mangindaan di Jakarta. Penghargaan ini merupakan yang kedua kalinya diterima oleh Kota Dumai untuk bidang Pengelolaan Lalu Lintas. Penyerah penghargaan ini diwakili oleh Assisten II Bagian Pembangunan Syamsudin didampingi Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Marjohan, di Jakarta Kamis (11/9/14).

Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) merupakan penghargaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Penghargaan dilakukan atas kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang dan kota kecil. Aspek penataan transportasi yang berkelanjutan dan berbasis kepentingan publik dan ramah lingkungan mendapat pertimbangan terbesar dalam penilaiannya.

Dalam peringatan HARHUBNAS ini, Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan ikut hadir dalam Pleton gabungan dari instansi Bea dan Cukai, Imigrasi dan Karantina. Selain itu, tim Kantor Kesehatan Pelabuhan menjadi Tim Kesehatan pada kegiatan ini dengan penyediaan tenaga Medis dan Ambulance. Hingga berakhirnya kegiatan, tidak terdapat korban sakit dan jatuh pingsan.

Minggu, 14 September 2014

Kapal Pesiar dan Perlindungan Perairan dari Pencemaran

Kapal Pesiar adalah kapal yang dipakai untuk pelayaran pesiar. Penumpang menaiki kapal pesiar untuk menikmati waktu yang dihabiskan diatas kapal yang dilengkapi fasilitas penginapan dan perlengkapan bagaikan hotel berbintang. Lama pelayaran pesiar bisa berbeda-beda, mulai dari beberapa hari sampai sekitar tiga bulan tidak kembali kepelabuhan asal keberangkatan.
Garbage Compactor di Kapal
Dalam pelayarannya, kapal pesiar menghasilkan banyak limbah seperti minyak, bahan kimia, plastik, limbah kotoran dan lainnya. Limbah yang mengapung dalam waktu tertentu terdampar ke pantai. Pembuangan limbah yang berasal dari kapal ini telah diatur dalam undang-undang atau hukum dan peraturan di tiap-tiap negara bahkan seluruh dunia. Dengan adanya peraturan tersebut, pelaut tidak dapat membuang limbahnya sembarangan diperairan.

Functional Sections Health And Medical Provide AEP Functionality



The Health and Medical function addresses the activities associated with the provision of emergency health and medical services at the airport. For the purposes of this section, health and medical include emergency medical service (EMS), public health, environmental health, mental health, and mortuary services. Related activities include:
  • Treatment, transport, and evacuation of the injured 
  • Removal of the dead; and disease control activities related to sanitation 
  • Prevention of contamination of water and food supplies during response operations during and after an emergency 
  • Depending on the needs and resources of a particular airport, consideration may be given to the preparation of separate sections for these functions
Situation and Assumptions. This section provides an overview and general assessment of the Health and medical capabilities of the airport to support emergency situations. Since most airports cannot sustain on-airport deliberate health and medical capabilities, this section should describe the capabilities of the surrounding communities it serves. This section should focus on:
  1. The airport’s capability to provide medical care, treatment, and transportation. 
  2. The overall support to victims, response personnel, and the general public during the emergency response and recovery phases. 
  3. Limitations or situations which may limit health and medical support. For example, those airports located in more remote areas may have limited medical/hospital support. Any such limitations should be discussed in this section. 
  4. Assumptions may include:
  • Maximum coordination and efficient use of off-airport medical resources will be required since this section addresses primarily large scale emergency and disaster events that would involve sufficient casualties and/or fatalities which may overwhelm local medical, health, and mortuary services capabilities. 

Amdal Lalu Lintas



Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Lalu Lintas atau yang sering disingkat AMDALLALIN biasa digunakan untuk menentukan dampak yang mungkin terjadi dari kegiatan usaha yang berhubungan dengan lalu lintas. Amdallalin biasa digunakan pada perusahaan Ekspedisi, pembangunan yang berhubungan dengan jalan raya, pembukaan kawasan perumahan atau kota. Berikut contoh studi kasus Amdallalin untuk jalan raya setelah adanya pembangunan perumahan.

Pembangunan perumahan berkaitan erat dengan kinerja lalu lintas di jaringan jalan sekitarnya. Hal ini terjadi disebabkan oleh pergerakan arus lalu lintas keluar masuk perumahan tersebut. Mobilitas penghuni perumahan tesebut akan berpengaruh pada tingkat pelayanan jaringan jalan sekitarnya (Level of service/LOS), maka perlu untuk dilakukan analisa dampak lalu lintas (AMDALALIN) pembangunan kawasan upaya peyeimbangan volume lalu lintas dengan kapasitas jalan, agar tidak terjadi penurunan LOS. Dari hasil analisa kondisi lalu lintas setelah adanya pembangunan perumahan Spring Tomorrow, bahwa pada waktu pagi hari nilai Derajat Kejenuhan (DS) sebesar 0,396 sedangkan pada siang hari sebesar 0,290 dan pada sore hari mempunyai Derajat Kejenuhan (DS) sebesar 0,482 yang berarti bahwa tingkat kepadatan arus lalu lintas terjadi pada sore hari dengan tingkat kejenuhan sebesar 0,482 Dengan hasil analisis tersebut, bahwa nilai derajat kejenuhan yang terjadi pada 5 tahun mendatang ternyata masih dibawah nilai derajat kejenuhan yang disarankan yaitu dibawah 0,80, kondisi jalan setelah terjadinya pembangunan perumahan bahwa jalan menunjukkan tingkat kepadatan yang sedang atau menunjukkan karakteristik tingkat pelayanan C. Dari hasil analisa perhitungan kinerja persimpangan setelah pembangunan menunjukkan bahwa Derajat Kejenuhan simpang tak bersinyal mempunyai nilai tingkat kejenuhan diatas angka 1 dengan tingkat pelayanan lalu lintas (LOS) F pada kondisi sekarang (Tahun 2010). Sedangkan untuk jangka waktu 5 tahun yang akan datang (Tahun 2015) menunjukkan nilai tingkat kejenuhan diatas angka 1 yang artinya jaug diatas tingkat derajat kejenuhan yang disarankan yaitu 0,80 dan dengan tingkat pelayanan lalu lintas (LOS) D, yang berarti bahwa kapasitas persimpangan jalan tidak dapat menampung pertumbuhan lalu lintas yang akan terjadi tetapi arus lalu lintas mendekati tidak stabil dan kecepatan kendaraan masih bisa dikendalikan.

Referensi : Oleh Sri Utami Seyowati dalam Studi Kasus Pembangunan Perumahan Spring of Tomorrow Sidoarjo Amdal Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Dan Persimpangan pada Jurnal NEUTRON, VOL.10, NO.1, PEBRUARI 2010: 16 - 27